‎Peningkatan Kapasitas Pengorganisasian bersama Yayasan BaKTI

Yayasan BaKTI dari Indonesia Timur mengadakan pendidikan peningkatan kapasitas pengorganisasian di Kampus Perdikan INSIST. Kegiatan dilaksanakan pada 9 hingga 14 Juni 2025 itu, diikuti para direktur organisasi mitra Yayasan BaKTI.

‎Sebanyak 19 peserta, yang kesemuanya adalah direktur Non Government Organization (NGO) mitra Yayasan BaKTI mengikuti agenda peningkatan kapasitas ini. Dalam Lokakarya peningkatan kapasitas bagi pimpinan organisasi ini, dibimbing langsung para Dewan Guru Kampus Perdikan. Di antaranya; Roem Topatimasang, Toto Rahardjo, Noer Fauzi Rachman, dan Dony Hendrocahyono.
‎
‎Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI) merupakan organisasi berfokus pada manajemen pengetahuan program pembangunan. Yayasan BaKTI bergerak di 12 provinsi di Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara di Kawasan Timur Indonesia (KTI). BaKTI bekerja melalui tiga fokus: mengelola forum multipihak, mengelola media komunikasi, dan mengelola pertemuan pertukaran pengetahuan.

Yayasan BaKTI di Kampus Perdikan INSIST (10 – 14 Juni 2025)

‎BaKTI merupakan lembaga referensi dan pertukaran pengetahuan di Kawasan Timur Indonesia. Dalam kerja-kerjanya, BaKTI membentuk Forum Kawasan Timur Timur Indonesia, yang berisi Jaringan Peneliti Kawasan Timur Indonesia dan Forum Kepala BAPPEDA Provinsi se-Kawasan Timur Indonesia.
‎
‎Selama hampir sepekan, para pimpinan organisasi mitra Yayasan BaKTI melakukan pembelajaran demi tingkatkan kapasitas pengorganisasian. Sejak hari pertama (10 Juni 2025), para peserta penuh semangat mengikuti kegiatan “penyepuhan” ini sampai usai lokakarya (14 Juni 2025).

Belajar dengan Gembira di Kampus Perdikan (10 – 14 Juni 2025)

‎
‎Dalam proses pembelajaran ini, para peserta dibagi kedalam 3 model pembelajaran, yakni: Diskusi Teori dan Kaji Pengalaman bersama narasumber; Curah Pendapat dan Strukturisasi Pengalaman Bersama; ‎dan Kerja Kelompok Peserta Lokakkarya. ‎Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 hari. Terhitung sejak 10 hingga 14 Juni 2025.
‎
‎Selain belajar teori dan manajerial praktik, para peserta yang merupakan pimpinan NGO dari berbagai daerah ini, juga banyak bercerita perihal bermacam dinamika organisasi yang mereka lakukan di bermacam provinsi di masing-masing daerah tempatan. Cerita pengalaman ini menjadi sesi menarik karena mampu menggambarkan apa yang mereka lakukan.

Belajar dengan para Dewan Guru Kampus Perdikan INSIST (10- 14 Juni 2025).

‎Kepada para peserta, Noer Fauzi Rachman menjelaskan, peningkatan kapasitas pengorganisasian, sangat penting bagi pimpinan organisasi. Sebab, mampu membawa alur organisasi pada ekosistem yang mandiri, dan tak bergantung pada donor. Sementara Roem Topatimasang, memberi penjelasan singkat tentang geopolitik global dari donor Australia. Hal ini amat penting agar organisasi mitra BaKTI tak bergantung pada donor Australia.
‎
‎
‎
‎

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top