OBROLAN SENIN-KEMIS: Serial Diskusi Daring Tematik

Selama setahun terakhir, terutama sejak diberlakukan berbagai pembatasan ketat protokol kesehatan akibat pandemi COVID-19, berbagai bentuk pertemuan di jalur maya (virtual) semakin menjadi pilihan alternatif banyak lembaga atau organisasi untuk menyelenggarkan acara-acara diskusi, seminar, rapat, bahkan juga pelatihan. PerDikAn, bersama INSISTPress, sejak tahun lalu (Agustus 2020) juga sudah melakukan beberapa kali pertemuan dan diskusi dengan moda telekomunikasi mutakhir tersebut. Banyak yang kemudian menyarankan agar PerDikAN menyelenggarakan suatu rangkaian diskusi daring semacam itu secara berkala tetap (reguler), khususnya untuk kalangan para pegiat gerakan sosial yang berminat.
Menanggapi usulan tersebut, PerDikAn segera merancang satu rangkaian (serial) diskusi daring dengan tema-tema tertentu yang selama ini memang menjadi isu atau perhatian utama PerDikAn dan jaringan organisasi anggota serta mitra INSIST, yakni tema-tema tentang perdesaan, pertanian, pangan, pengelolaan sumberdaya dan ekosistem tempatan, energi, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan sebagainya. Rangkaian diskusi daring tematik ini dirancang akan diselenggarakan secara berkala tetap setiap hari Senin dan Kamis –karena itu dinamakan ‘Obrolan Senin-Kemis’– selepas siang, antara jam 14:00 – 16:00 WIB, menggunakan jalur aplikasi Zoom INSISTPress. Rangkaian diskusi daring ini dirancang lebih sebagai suatu proses ‘obrolan informal’, diusahkan berlangsung sesantai mungkin seperti lazimnya ‘obrolan di warung kopi’. Pada setiap acara, akan ada seorang fasilitator yang akan memandu arah dan alur perbincangan . Selain itu, akan ada seorang narasumber sebagai ‘pemantik dikusi’ pada awal acara, lalu ada satu atau dua orang pembahas utama menyampaikan ‘urun rembug’ (analisis, pendapat, komentar) terhadap pembicaraan narasumber. Sesudah itu, peserta lainnya dipersilahkan secara terbuka untuk menyampaikan ‘urun rembug’ mereka. Di akhir setiap acara, fasilitator akan menyampaikan rangkuman umum (pokok-pokok perbincangan, simpulan utama, saran atau gagasan lanjut) yang kemudian akan dioleh menjadi semacam ‘risalah ringkas’ (1-2 halaman) sebagai bahan (dokumen) yang, jika diperlukan, nantinya bisa dikembangkan labih lanjut menjadi naskah yang lebih panjang, misalnya, dalam bentuk makalah atau bahkan buku.

Untuk satu rangkaian pertama, yang akan dimulai pada akhir Maret 2021, PerDikAn memilih tema ‘pembangunan perdesaan’ dengan narasumber Yudhi Anggoro Hadi, Lurah (Kepala Desa) Panggungharjo, Bantul, Yogyakarta. Dua orang anggota Dewan Guru PerDikAn, Roem Topatimasang dan Nani Zulminanrni, akan jadi pembahas dalam ‘urun rembug’. Salah seorang anggota Badan Pengurus PerDikAn, Lany Veriyanti, akan memandu sebagai fasilitator.

Leave a Reply