Live In dan Catatan Lapang: Pendidikan Penggerak bersama BaKTI

Belajar dengan gembira, bergembira dengan belajar.

Selama lima hari penuh (21 Juli – 25 Juli 2025), Kampus Perdikan INSIST riuh gembira, dipenuhi para pembelajar yang datang dari penjuru Kawasan Timur Indonesia (KTI). Para peserta belajar merupakan mitra Yayasan BaKTI yang sejak Oktober 2024 lalu, belajar pengorganisasian di Kampus Perdikan INSIST.

Belajar memang harus dilakukan sambil bergembira. Di antara sebab kegembiraan adalah momen berbelanja, rekreasi, jalan-jalan, atau ngopi-ngopi cantik sambil melihat pemandangan. Definisi kegembiraan di atas, terlihat dari raut wajah rombongan pembelajar yang mengikuti Pendidikan Kader Lanjut di Kampus Perdikan ini.

Kedatangan para pembelajar kali ini, adalah tindak lanjut dari tahap belajar yang sebelumnya telah diselesaikan. Untuk diketahui, di tiap program pendidikan, Kampus Perdikan menerapkan tiga tahap pembelajaran; Kelas Teori, Penugasan Lapangan, dan tahap akhir berupa Evaluasi Pemantapan.

Catatan Lapang: Lentera Penelitian

Pada kedatangan kali ini (21-25 Juli), para peserta memang telah sampai pada tahap Evaluasi Pemantapan. Sehingga pembahasannya fokus pada evaluasi tugas lapangan, pembekalan-pembekalan, serta pemantapan dan penguatan proyeksi terkait penanganan program ke depan.

Para peserta yang berasal dari sejumlah kawasan Timur Indonesia seperti Tana Toraja, Ambon, Kupang, hingga Kendari ini, dibimbing dan difasilitasi secara langsung oleh para Dewan Guru Perdikan; Roem Topatimasang, Toto Rahardjo, Noer Fauzi Rachman, dan Dony HC.

Hari Pertama
Pada hari pertama, para peserta diminta sharing pengalaman live in, serta mengumpulkan hasil amatan live in (yang merupakan penugaaan lapangan pada tahal sebelumnya). Pada hari pertama ini, Dony HC mengajak para peserta untuk berbagai kisah menarik selama penugasan. Sementara para fasilitator memberi umpan balik, komentar, dan masukan.

Hari Kedua
Hari kedua merupakan momen penting. Sebab, para peserta mendapat pengajaran langsung dari Noer Fauzi Rachman tentang hakekat dan tujuan Live In, serta urgensi membuat Catatan Lapang. Untuk diketahui, Catatan Lapang menjadi perkara wajib dalam ekosistem penelitian dalam civitas Kampus Perdikan.

Spirit Kebersamaan: para peserta dan Dewan Guru

Live In dan Catatan Lapang jadi sepasang piranti penting dalam penelitian. Keduanya ibarat botol-tutup (tandem kelengkapan) yang tak terpisahkan. Terlebih, Catatan Lapang juga menjadi suluh dan pertanda, atas bermacam peristiwa yang telah dia mati dan direkam para Pekerja Lapang.

Noer Fauzi Rachman tak hanya membaca, menyimak, dan mengoreksi satu persatu hasil Catatan Lapang para peserta. Namun juga memberi masukan berupa teori, metodologi, serta resep-resep penting yang bisa mempertajam warna, bunyi, dan bentuk Catatan Lapang dari para peserta.

Hari Ketiga
Pada hari ketiga, para fasilitator mengajak para peserta untuk lebih kuat mendalami metode riset. Di antaranya tentang teknik bertanya dan menggali data, serta bagaimana cara melakukan Identifikasi Desa. Noer Fauzi Rachman memperkenalkan para peserta dengan metode “Panen Pengetahuan” yang merupakan senjata penting bagi para peserta.

Uji Kekompakan: Mendadak melakukan pendaratan di Bulan

Selain belajar teknik dan metodologi, pada hari ketiga ini, Toto Rahardjo juga mengajak para peserta untuk melakukan kegiatan bersama yang cukup unik berjudul “Mendarat di Bulan” dalam rangka menganalisa celah kelemahan, memperlihatkan titik kekurangan, serta mempertajam kekompakan antara satu dan lainnya.

Hari Keempat
Hari keempat jadi peristiwa istimewa. Sebab, pada hari ini, para peserta dibagi menjadi tiga kelompok, untuk kemudian diminta melakukan transect ke tiga arah berbeda, dalam rangka berlatih melakukan pengamatan suasana, pendataan objek, serta perekaman peristiwa. Para peserta tampak enjoy dan bergembira, kala melakukannya.

Duta Pengamatan: Bergembira sambil Praktik Lapangan

Pada hari keempat ini pula, Roem Topatimasang memberi penjelasan penting atas apa yang telah peserta lakukan: transect. Ia menjelaskan bahwa trans sectoral (transect) adalah medium pertama, sekaligus metode utama dalam rangka Live In dan pembuatan Catatan Lapang. Transect menjadi “rukun utama” bagi mereka yang mengerjakan penggalian data untuk pembuatan Catatan Lapang.

Hari Kelima
Pada hari kelima, para peserta diajak melakukan refleksi atas empat hari yang telah terlewati. Tentang apa-apa saja yang menjadi kesulitan dan kendala, serta perihal pengembangan dan proyeksi keorganisasian. Terkhusus tentang penajaman Catatan Lapang yang telah mereka kerjakan.

Pada momen ini, para Dewan Guru juga memberikan sejumlah rekomendasi penting pada para peserta. Pada momen ini, Roem Topatimasang memberi masukan mutakhir dan sangat penting, utamanya terkait persiapan para peserta dalam membangun Pangkalan Data.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top