TENTANG ‘PerDikAn’

Kampus PerDikAn di Dukuh Sempu, Pakembinangun, Sleman, Yogyakarta.


adalah salah satu organisasi anggota jaringan konfederasi Indonesian Society for Social Transformation (INSIST). Pada awalnya, ketika dicetuskan pertama kali pada tahun 2001, organisasi ini sebenarnya lebih merupakan satu kumpulan organik (tanpa struktur, tanpa hierarki, dan tanpa badan hukum resmi) dari para fasilitator pendidikan kerakyatan (popular educaton), terutama yang selama ini tergabung dalam jaringan organisasi-organisasi anggota INSIST. Karena itu, nama ‘PerDikAn’ adalah singkatan dari ‘Perkauman Pendidik untuk Keadilan & Perubahan Sosial’.

Tetapi, nama itu –sebagai satu kata– juga dipilih karena alasan kesejarahan dalam konteks sosial-budaya dan politik lokal Yogyakarta di mana Sekretariat INSIST berkedudukan. Pada masa pra Republik (Indonesia), Kesultanan Yogyakarta memiliki satu tradisi yang cukup unik, yakni mengakui dan menghormati daerah-daerah tertentu dalam wilayah kekuasaannya sebagai satu ‘daerah otonom penuh’ yang bebas dari kewajiban membayar pajak (upeti), juga bebas mengatur diri mereka sendiri. Daerah-daerah otonom tersebut disebut ‘perdikan‘, secara harafiah berarti ‘tanah merdeka’. Karena itu pula, pada tahun 2007, ketika INSIST merampungkan pembangunan prasarana dan sarana pusat pendidikan dan pelatihannya di Desa Pakembinangun, dalam wilayah Kabupaten Sleman, di pinggiran utara Kota Yogyakarta, nama ‘PerDikAn’ pun disepakati sebagai nama resmi kompleks kampus baru tersebut. Satu penamaan ideografis, tentu saja, membayangkan bahwa kampus itu akan menjadi semacam ‘ranah merdeka’ bagi pengembangan wawasan, gagasan, pemikiran, dan prakarsa ke arah keadilan dan perubahan, terutama di bidang pendidikan masyarakat, khususnya di kalangan para pegiat gerakan sosial.

ATAS: Pengguna pertama Kampus PerDikAn segera setelah selesai dibangun (September 2007), yakni satu kelompok pegiat ORNOP dari Timor Leste yang difasilitasi oleh OXFAM-UK dan Lembaga Pengembangan Ilmu Sosial Trnasformatif (LPIST). BAWAH: Salah satu pengguna paling mutakhir Kampus PerDikAn tepat sepuluh tahun kemudian (September 2017), yakni peserta INVOLVEMENT angkatan-X yang terdiri dari para pegiat muda satu jaringan nasional perhutanan ssosial (khususnya hutan adat) yang dikordinasikan oleh Perhimpunan Pengmebangan Hukum Berbasis Masyarakat (HuMA).

Mengikuti dinamika proses-proses perubahan internal di jaringan INSIST, khususnya setelah pegiat generasi kedua dan ketiga jaringan ini mulai mengambil-alih kendali kepemimpinan organisasi dari para perintis, pendiri, dan pegiat senior INSIST, efektif sejak 2015, PerDikAn akhirnya diresmikan sebagai satu organisasi berbadan hukum yayasan, terutama untuk mengelola seluruh kegiatan pendidikan, pelatihan, penelitian, dan kajian yang dilaksanakan oleh Sekretariat INSIST. Salah satunya adalah program pendidikan reguler  INVOLVEMENT (Indonesian Volunteers for Social Movement), ‘sekolah’nya para pegiat gerakan sosial di tingkat komunitas basis yang tersebar di seluruh Indonesia. Sejak dilaksanakan pertama kali pada tahun 1996 (Angkatan Pertama), INVOLVEMENT kini sudah menyelenggarakan sepuluh angkatan. Angkatan terakhir (Angkatan-X) terselenggara pada akhir tahun 2017 sampai awal tahun 2018. Selama sepuluh angkatan tersebut, jumlah lulusan seluruhnya sekitar 400 orang yang menyebar di seluruh Indonesia. Maka, PerDikAn, bersama INSISTPress –sebagai lembaga penerbit resmi dari jaringan INSIST– yang kini sehari-hari menempati dan mengelola seluruh prasarana dan sarana Kampus PerDikAn di Jalan Raya Kaliurang Km.18, Yoyakarta.

Meskipun Kampus PerDikAn berada di Yogyakarta, namun organisasi ini juga ‘mengawal’ proses-proses pendidikan yang dilaksanakan oleh organisasi-organisasi anggota INSIST di daerah kerja mereka masing-masing di seluruh Indonesia. PerDikAn terutama bertugas membantu organisasi-organisasi anggota INSIST tersebut merumuskan konsep dasar dan kurikulum, merancang metodologi dan media, menyediakan fasilitator dan narasumber serta bahan-bahan (bacaan, audio visul, dan sebagainya) yang diperlukan, dan menghubungkan mereka dengan berbagai kalangan (lembaga atau perseorangan) yang memang relevan dengan kebutuhan mereka. Sehingga, Kampus PerDikAn di Yogyakarta pada dasarnya adalah juga simpul dari jaringan kampus-kampus pendidikan yang dikelola oleh organisasi-organiasi anggota INSIST di tempat masing-masing. Jaringan ini disebut ‘Sekolah Transformasoi Sosial’ (STS) atau di kalangan para pegiat INSIST sendiri sering juga disebut sebagai jaringan ‘Sekolah Rakyat’.

PerDikAn juga bertanggungjawab mengolah hasil-hasil proses pendidikan, pelatihan, atau penelitian lapangan mereka menjadi produk pengetahuan dalam berbagai bentuk (buku, panduan, jurnal, infografis, film atau video dokumenter, dan lain-lain). Dalam hal ini, PerDikAn menjadi penghubung utama mereka semua dengan INSISTPress yang bertugas menerbitkannya untuk umum, sekaligus sebagai salah satu sumber pendapatan swadaya untuk pengembangan ke depan.


PerDikAn
Pendiri & Dewan Pembina: Roem Topatimasang, Toto Rahardjo, Ahmad Mahmudi.
Dewan Guru: Muhammad Baiquni, Muchtar Abbas, Hira Jhamtani, Noer Fauzi Rahman, Hambali, Tan Jo Hann, Puthut EA.
Dewan Pengurus: Doni Hendrocahyono, Etik Mei Wati, Farida Mahri.

Alamat Surat:
Kampus PerDikAn
Jalan Raya Kaliurang Km.18
Dukuh Sempu, Pakembinangun,
Sleman, Yogyakarta 55581
Tel: +62
E-mail: perdikanpakem@gmail.com